Sarkozy Pecat Menteri Muslim
Sabtu, 24 Januari 2009 – 05:47 WIB

PECAT: Presiden Perancis Nicolas Sarkozy tengah memeluk Rachida Dati dalam sebuah kesempatan. Sarkozy dikabarkan telah memecat Dati karena dianggap tak becus mengurus kementriannya dan dianggap terlalu kontoversial. Foto: REUTERS
PARIS – Menteri Kehakiman Perancis Rachida Dati kembali berselimut kontroversi. Setelah secara mengejutkan langsung masuk kerja lima hari setelah melahirkan seorang putri bernama Zohra pada 2 Januari lalu, kemarin (23/1), perempuan 43 tahun tersebut mengaku “mundur” sebagai pembantu pemerintahan Presiden Nicolas Sarkozy. Namun, spekulasi lain menyatakan, dia bukannya mundur melainkan dipecat Sarkozy karena masalah kinerja. Sementara dari sisi kinerja, meski Dati menjabat posisi mentereng sebagai menteri kehakiman, kebanyakan hakim maupun pengacara, yang adalah anak buahnya, malah mengaku benci. Penyebabnya, perempuan 43 tahun tersebut dianggap tak punya kapabilitas pada bidangnya. Itu membuatnya semakin tak populer di Perancis.
Kemarin, Dati menyatakan, alasannya mundur adalah karena ingin menggapai karir lebih tinggi, yakni, anggota Parlemen Uni Eropa dari Partai UMP (Union for a Popular Movement). Dia berada di urutan kedua kandidat partai setelah mantan menteri Michel Barnier. Namun, sejumlah anggota gerakan feminis mengatakan, single mother itu aslinya dipecat Presiden Sarkozy karena kinerjanya tidak memuaskan.
Baca Juga:
Dati memang bak politisi selebritis di Perancis. Berbagai kalangan sering mempergunjingkan gaya hidupnya yang mewah dan terlalu liberal, terutama kecintaannya pada fashion dan perhiasan kelas atas. Dia bahkan sering menjadi model di majalah-majalah fashion. Sungguh kontra dengan pekerjaan sehari-harinya yang berkutat dengan penjara dan ruang sidang.
Baca Juga:
PARIS – Menteri Kehakiman Perancis Rachida Dati kembali berselimut kontroversi. Setelah secara mengejutkan langsung masuk kerja lima hari setelah
BERITA TERKAIT
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar