Satgas Pangan Bergerak Endus Kecurangan Beras Premium

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri memgatakan segera berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk mengusut kasus pengusaha yang diduga mengubah kemasan beras medium menjadi premium.
Roro Esti menegaskan jika ditemukan ketidaksesuaian seperti ukuran yang tidak sesuai, maka Satgas Pangan untuk melakukan penindakan.
"Jadi, kalau misalnya ada yang tidak sesuai dengan kemasan, misalnya itu kan 5 kg gitu, nanti kita harus bergerak dengan Satgas Pangan untuk kemudian melakukan penindakan," kata Roro Esti dikutip, Rabu (2/4).
Menurut Roro Esti, pengawasan terhadap barang kebutuhan pokok seperti beras dan Minyakita sangat penting.
"Kita akan terus memantau segala hal terkait distribusi serta kualitas produk tersebut," katanya.
Roro Esti menjamin Satgas Pangan akan terus melakukan pengawasan dengan turun ke lapangan. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh praktik distribusi dan kemasan produk pangan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Jadi, pada intinya di pemerintahan ini kita harus berkolaborasi dan bekerja sama. Pengawasan tetap dijalankan dan Satgas Pangan juga turun ke lapangan untuk hal itu," bebernya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pihaknya segera melakukan pengecekan terhadap pengusaha yang terindikasi mengubah kemasan beras medium menjadi kemasan premium, yang merugikan konsumen di Indonesia.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri memgatakan segera berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk mengusut kasus dugaan kecurangan
- Bulog Terus Pantau Penyerapan Gabah & Beras Meski Libur Lebaran
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Hadapi Puncak Panen, Bulog Jatim Optimalisasi Sarana Pengeringan dan Pengolahan
- Harga Bahan Pokok Turun, Satgas Pangan Peringatkan Pedagang Pasar Gedebage
- Tinjau Panen Raya di Klaten, Marga Taufiq Pastikan Bulog Serap Gabah Petani Sesuai HPP
- Lumbung Pangan Sukabumi Suplai 133,7 Ton Beras Zakat Fitrah