Satgas PMH Tak Lebih Handal dari Pamdal
Jumat, 14 Januari 2011 – 01:11 WIB

Satgas PMH Tak Lebih Handal dari Pamdal
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP), Ahmad Yani menegaskan, terungkapnya kasus mafia pajak yang menyeret Gayus Halomoan Tambunan sebagai pesakitan bukanlah hasil kerja dari Satuan Tugas Mafia Pemberantasan Hukum (Satgas MPH). Yani menganggap kasus Gayus terbongkar karena Susno Duadji. Lebih jauh Ahmad Yani menduga perilaku Satgas MPH yang mempublikasikan dokumen paspor atas nama Sony Laksono yang dipakai Gayus untuk berpergian ke luar negeri, hanya upaya untuk mengalihkan substansi masalah yang sesungguhnya terjadi.
"Itu adalah karya besar dari seorang Susno Duadji saat menjadi Kepala Kabareskrim Mabes Polri yang mengungkap laporan PPATK, di mana Gayus seorang PNS Dirjen Pajak mempunyai uang Rp28 miliar, baik rupiah maupun dollar Amerika yang diduga hasil korupsi," kata Ahmad Yani, di gedung Nusantara III, Senayan Jakarta, Kamis (13/1).
Bahwa belakangan ini Satgas MPH memiliki sejumlah dokumen terkait Gayus Tambunan, kata Ahmad Yani, itu bukan hal hebat atau bisa dianggap prestasi. "Pamdal DPR pun bisa mendapatkan dokumen Gayus, kalau Pamdal diberi surat tugas," ujar anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Selatan itu.
Baca Juga:
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP), Ahmad Yani menegaskan, terungkapnya kasus mafia pajak yang menyeret
BERITA TERKAIT
- KPK Periksa Dirut PT Alfriz Auliatama Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Rumah Jabatan DPR
- Wagub Taj Yasin Pengin Masyarakat Memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis
- Ketua HIPMI Jaya Dorong Pemerintah Libatkan UMKM dalam Program Danantara dan RUU Minerba
- Dukung SDM Unggul, Hutama Karya Siapkan Program Pengembangan Talenta
- TB Hasanuddin Kecam Ulah Oknum TNI Serang Polres Tarakan
- Wamendagri Apresiasi Dukungan Megawati pada Retret Kepala Daerah