Satgas Tinombala Dilempar Bom, Langsung Balas, Dor! Dor! Ibrohim Tewas
![Satgas Tinombala Dilempar Bom, Langsung Balas, Dor! Dor! Ibrohim Tewas](https://cloud.jpnn.com/photo/picture/normal/20160818_044232/044232_481850_Satgas_Tinombala_Jubir_d.jpg)
jpnn.com - PALU – Meski Santoso alias Abu Wardah sudah ditembak mati, sisa-sisa anak buahnya masih punya nyali melakukan perlawanan.
Pasukan dari Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala nyaris menjadi korban dari bom yang dilempar anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), bernama Ibrohim, dalam kontak senjata, tepat HUT Proklamasi kemarin.
Bom sendiri beruntung tidak meledak, sehingga aparat langsung membalas dengan menembak mati Ibrohim.
Sebelumnya, pasukan Satgas terlibat kontak tembak sekitar pukul 08.35 wita Rabu (17/8), di wilayah pegunungan Padopi, Poso Pesisir, Kabupaten Poso. Lokasi kontak tembak terbilang dekat dengan pemukiman penduduk.
Kontak tembak terjadi usai anggota Intelijen Satgas Operasi Tinombala melaporkan di satu titik di wilayah pegunungan Padopi terlihat dua orang tidak dikenal, yang diduga kelompok Santoso.
“Saat baru mau melakukan pengecekan, pasukan Satgas langsung dilawan dengan lemparan bom jenis lontong oleh satu orang yang kami kenali sebagai DPO. Beruntung, bom tidak meledak,” tutur Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, usai Upacara HUT Proklamasi di halaman Kantor Gubernur Sulteng.
Satu DPO lainnya, langsung mengambil senjata milik Ibrohim, ketika melihat rekannya dilumpuhkan petugas. Rekan dari Ibrohim, yang tidak sempat dikenali petugas itu, kemudian melarikan diri dengan membawa senjata milik Ibrohim. “Senjatanya sepintas menurut anggota di lapangan, mirip M16,” sebut Kapolda.
Dengan tewasnya Ibrohim, kini tidak ada lagi WNA etnis Uighur yang menjadi kelompok MIT. Total DPO sendiri, kata Rudy kini tinggal berjumlah 14 orang. Keberadaan kedua DPO tersebut, yang sudah mendekat pemukiman warga, diduga karena sudah kehabisan logistik dan ingin mencari logistik di pemukiman warga.
PALU – Meski Santoso alias Abu Wardah sudah ditembak mati, sisa-sisa anak buahnya masih punya nyali melakukan perlawanan. Pasukan dari
- Dampak Efisiensi Anggaran, MK Cuma Mampu Bayar Gaji Sampai Mei 2025
- Ayah Gugat Anak Soal Kepemilikan Merek Minyak Gosok di Surabaya
- Revisi UU Kejaksaan-KUHAP: 2 Contoh Kasus Ketidakpastian Hukum Akibat Kewenangan Berlebih Jaksa
- Waka MPR Eddy Soeparno Terima Dubes China, Bahas Penguatan Transisi Energi Indonesia
- Website Kejagung Diduga Diretas, Sahroni: Utamakan Perlindungan Data
- Bea Cukai Tarakan Gagal Penyelundupan Narkotika di Perairan Talisayan, Sebegini Banyaknya