Satu Jualan Jilbab Semua Jualan Jilbab: Milenial Perlu Inovasi

Hampir separuh dari generasi milenial, dalam sebuah studi terbaru, yakin teknologi baru akan memperbesar lapangan kerja mereka. Sementara itu, kecakapan teknologi ternyata dianggap belum cukup untuk memperbesar lapangan kerja, utamanya di Indonesia. Milenial di negara ini dituntut untuk berpikir unik demi mewujudkan ambisi tersebut.
Milenial Indonesia lebih dipandang senang mengikuti tren dan banyak fokus pada lahan domestik.
Padahal, generasi ini adalah kunci dari kesuksesan Indonesia dalam memanfaakan bonus demografi yang akan terjadi dalam 6 tahun mendatang.
CEO General Electric Indonesia, Handry Satriago, mengatakan milenial harus mampu bertanya dan berani mencari keunikan.
"Satu hal yang saya rasakan sebagai kekhawatiran, sejauh ini, adalah mereka sangat senang ikut-ikutan. So one people doing this, semuanya ikut-ikutan.
"Dan tidak mencari keunikan dan levelnya adalah dalam negeri, domestik."
"Nah kita butuh naik kelas untuk itu, kita butuh untuk how can we compete in the global world?," ujarnya kepada ABC di sela-sela Forum Pembangunan Indonesia (IDF) di Jakarta, awal pekan ini.
Ketika milenial bertanya, sebut Handry, mereka akan punya kemampuan lebih.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana