Satu per Satu Orang Dekat Donald Trump Kena COVID-19, Sekarang Giliran Pak Rudy

Satu sumber mengatakan Giuliani masuk rumah sakit untuk dirawat. Rumah sakit belum menanggapi permintaan konfirmasi.
Giuliani telah memelopori upaya Trump --yang gagal-- untuk membalikkan kekalahan Trump dari Presiden terpilih Demokrat Joe Biden dalam pilpres 3 November melalui serangkaian tuntutan hukum.
Baik Trump maupun Giuliani telah berulang kali mengeklaim --bertentangan dengan bukti-- bahwa hasil pilpres diwarnai dengan penipuan yang meluas.
Setelah berita tentang Giuliani positif COVID muncul, badan legislatif Negara Bagian Arizona mengatakan akan menutup kedua kamar legislatif minggu ini sebagai sikap kehati-hatian karena kasus dan kekhawatiran baru-baru ini yang berkaitan dengan COVID-19.
Di Arizona pekan lalu, Giuliani bertemu dengan belasan anggota parlemen dari Partai Republik.
Trump dan banyak orang dekatnya telah menolak saran pejabat kesehatan masyarakat --untuk mengenakan masker dan menghindari kerumunan orang guna membendung penularan penyakit pernapasan, yang telah melonjak ke tingkat rekor di Amerika Serikat saat musim dingin mendekat.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pada Minggu melaporkan total 14.462.527 kasus COVID.
Jumlah itu merupakan penambahan sebesar 206.992 kasus dari jumlah sebelumnya. CDC mengatakan bahwa jumlah kematian juga meningkat sebanyak 2.310 menjadi total 280.135 orang. (ant/dil/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Satu per satu orang dekat Donald Trump terjangkiti COVID-19. Terbaru, mantan wali kota New York dan sahabat presiden Amerika Serikat itu yang positif
Redaktur & Reporter : Adil
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump