Saya Adalah Patriot Indonesia

Saya bukan tipe yang harus selalu jalan-jalan jika libur datang. Selama ini saya selalu menyempatkan diri untuk umroh kalau memang ada libur. Waktu libur saya juga saya habiskan untuk hal-hal yang berbau sepakbola. Bahkan terkadang waktu saya gunakan untuk kursus sepakbola. Terakhir saya ke Eropa selama 7 minggu. Di sana kami keliling melihat tim-tim Eropa dan stadion megah. Sempat juga melihat bagaimana megahnya Stadion Old Traford dan menyaksikan Manchaster United.
Mengapa mau kembali ke timnas, merasa punya utang di Final AFF 2010?
Saya selau siap balik ke timnas. Saya hidup di Indonesia, istri dan anak saya adalah WNI (Warga Negara Indonesia). Saya adalah patriot Indonesia. Bagi saya, Indonesia negara sangat bagus dan indah. Indonesia punya masyarakat yang luar bisa, mereka sangat sopan.
Utang mungkin iya tapi rasa gagal tidak. Sebetulnya kita sudah penuhi target masuk final waktu itu. Memang saya sedih tidak jadi juara karena waktu itu kita punya tim hebat yang tidak bisa saya lupa. Saya berdoa untuk bisa bawa timnas juara satu hari nanti.
Apa rahasia kehebatan timnas di AFF 2010?
Waktu AFF 2010, cara bermain timnas sangat bagus. Kita punya teknik, taktik dan fisik yang sangat bagus. Pemain juga sangat disipin dalam penjagaan satu lawan satu serta penjagaan wilayah lapangan. Semangat mereka 110 persen. Timnas AFF 2010 dibentuk dengan 12 pemain baru untuk membangun tim yang kuat. Memang tidak mudah karena waktu itu kita punya waktu yang singkat untuk membangun tim.
Terakhir, mengapa pilih Bali sebagai tempat tinggal?
Karena Bali tidak macet. Beda dengan Jakarta yang sangat macet... he he he... Tapi karena saya resmi menjadi asisten pelatih timnas lagi, saya siap boyong keluarga saya ke Jakarta.***