'Saya Masih Hidup': Pilot Susi Air Minta Indonesia Tidak 'Lepas Bom' di Papua

Serangan udara ini kemungkinan dilakukan untuk membersihkan lokasi, sehingga menjauhkan kelompok bersenjata TPNPB dan bisa memobilisasi tentara TNI, jelasnya.
"Saya punya keyakinan dia orang asing, ia mengerti mana yang bom, tembakan pembersihan, mana yang menggunakan granat."
Menurutnya ketika dilakukan pembersihan versi Prosedur Tetap TNI, tidak tahu siapa yang bisa terdampak dengan serangan udara tersebut.
Hal ini senada dengan yang dikatakan Philip dengan mengatakan "lepas bom itu bahaya" bagi dirinya dan orang-orang sekitar.
Informasi yang diterima ABC Indonesia, Mabes TNI hingga artikel ini diturunkan masih mempelajari terlebih dahulu video yang terbaru ini dan belum berkomentar.
Desakan untuk perundingan
Menurut Frits, pemerintah Indonesia sebenarnya serius untuk menangani masalah ini, tapi pendekatannya masih operasi militer.
Padahal ia mengatakan situasi saat ini harusnya ditangkap sebagai sebuah upaya diplomasi.
Melihat pengalaman pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka yang memilih melakukan perundingan di Helsinki, Frits menilai sebenarnya hanya soal memilih tempat yang sesuai untuk melakukannya.
Dalam video terbaru, Phillip Mehrtens, pilot Selandia Baru yang disandera oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), meminta agar Indonesia tidak melakukan serangan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Papua dan Ujian Prabowo - Gibran