Saya Tidak Ragu untuk Mendapatkan Vaksin AstraZeneca di Australia

Ini disebabkan karena setelah saya lulus kuliah, saya bekerja di Jakarta, kemudian pindah ke London, Inggris dan sekarang menetap di Australia.
Dalam beberapa tahun terakhir, dengan jarak Australia-Indonesia lebih dekat, saya biasa mengunjungi ayah saya setahun sekali.
Adanya pandemi membuka kesempatan untuk bisa melakukan pekerjaan dari mana saja.
Tidak harus lagi dilakukan di tempat tertentu.
Ini membuka kesempatan bagi saya untuk bisa bekerja dari Indonesia, dan mungkin saja di Jambi, sehingga saya bisa bersama dengan ayah saya.
Namun semua itu hanya bisa terjadi, jika ada pembukaan perbatasan internasional.
Dan perbatasan hanya bisa dibuka bila kasus COVID-19 berkurang dan sebagian besar dari kita sudah divaksinasi.
Bila itu semua terjadi, karena diperlukan waktu bagi tubuh untuk menciptakan kekebalan setelah divaksinasi, maka saya sudah akan siap melakukan perjalanan lagi untuk bertemu dengan ayah saya.
Sastra Wijaya, jurnalis ABC di Melbourne mengaku merasa lega sudah mendapat vaksinasi beberapa hari sebelum antrian panjang mulai terlihat di pusat-pusat vaksinasi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi