Sayang, Banyak Insinyur tak Dijadikan Pengawas Proyek
Selasa, 20 Februari 2018 – 20:12 WIB

Kepala BSN Prof. Bambang Prasetya. Foto: bsn.go.id
Kurangnya tenaga pengawas jasa konstruksi, lanjutnya, akan berdampak pada tingginya potensi kecelakaan.
Ini akan semakin membuat masyarakat khawatir saat melintasi jalan yang tengah dalam proses pengerjaan jembatan layang atau lintasan kereta.
"Kami mendorong pihak profesional untuk ikut andil dalam memperbanyak lembaga inspeksi. Apakah itu bekerja sama dengan pemda atau mandiri. Lembaga inspeksi ini bisa menciptakan lapangan kerja baru karena butuh SDM banyak," tandasnya. (esy/jpnn)
Banyak insinyur dari lulusan perguruan tinggi terbaik tidak dijadikan pengawas proyek-proyek konstruksi.
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
BERITA TERKAIT
- Mendiktisaintek Brian Yuliarto Mendorong Pembentukan Dewan Insinyur
- Ilham Habibie Kukuhkan Wiza Hidayat Sebagai Ketua BK Teknik Industri PII
- PPI Berikan Solusi untuk Bisa Menumbuhkan Industri di Indonesia, Simak
- BSN Dongkrak Daya Saing Produk Indonesia di Tingkat Global
- Pengumuman, Semua Produk Makanan yang Dijual Wajib Punya Label SNI
- SIG Raih Peringkat Emas di Ajang SNI Award 2024