SBY Beberkan 5 Masalah Era Jokowi-JK

Keempat, rakyat bisa menilai kesejakteraan dan kemakmuran makin tidak merata. Yang kaya dianggap menjadi semakin kaya, sedangkan yang miskin jalan di tempat.
"Rakyat juga melihat penegakan hukum sering kurang adil dan ada nuansa tebang pilih," ujar SBY menyampaikan persoalan terakhir.
Dia menambahkan, itu semua merupakan keresahan dan kesulitan yang dihadapi rakyat. Di mana golongan masyarakat tidak mampu dan miskin jumlahnya tidak sedikit.
Karena itu, sebagai kepanjangan tangan dan harapan masyarakat, dia berharap agar permasalahan fundamental ini ditangani secara serius dan tepat oleh pemerintah.
"Partai Demokrat tidak ingin menjadi partai yang pandai mengkritik dan menyalahkan termasuk menyalahkan pemerintah. Demi rakyat yang sama-sama kita cintai kami juga ingin berbuat dan berbakti," tegas dia.
"Saya ulangi lagi arahan, ajakan kepada kader Demokrat di seluruh tanah air untuk bekerja keras sesuai dengan posisi dan jabatannya. Kalau semua gubernur, walikota dan bupati menghasilkan capaian nyata, rakyat yang akan diuntungkan," tegasnya.
Sedangkan bagi kader partainya yang ada di legislatif dari pusat sampai ke daerah, dia meminta melakukan pengawasan kritis kepada pemerintah dan pemerintah daerah supaya kinerja eksekutif semakin meningkat.
"Para kader Demokrat yang saya cintai, marilah terus kita tingkatkan baik berupa pemikiran maupun tindakan nyata. Semua upaya untuk membantu rakyat dan mengawal pemerintah," tambahnya.(fat/jpnn)
SBY ikut menyoroti perkembangan era Jokowi-JK. Lalu apa yang SBY sampaikan?
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- AHY Jawab Begini Ditanya Pertemuan Prabowo, SBY, dan Megawati
- Berfoto Bersama Prabowo, Jokowi, dan SBY, Puan: Silaturahmi Presiden dengan Ketua Lembaga
- Herman Deru-Cik Ujang Kompak Ikuti Parade Senja yang Dihadiri Prabowo, Jokowi dan SBY
- AHY Berkisah soal Megawati dan Prabowo Tak Suka Demokrat Dibegal
- Momen Prabowo Goda AHY dan Gibran, Mbak Puan Melirik
- Aklamasi, AHY Jadi Ketum Demokrat Lagi, SBY Ketua Majelis Tinggi