SBY Dinilai Lalai Emban Amanah Konstitusi
Minggu, 27 Juni 2010 – 17:29 WIB

SBY Dinilai Lalai Emban Amanah Konstitusi
Bukti kelalaian presiden dijelaskan Asep. Kata dia, ada tiga fakta yang menunjukkan kelalaian presiden terhadap tugas-tugasnya.
Baca Juga:
Pertama, pembentukan panitia seleksi (Pansel) komisioner KY lambat dibentuk dari jadwal yang semestinya. Jika pemerintah serius, seharusnya Pansel sudah terbentuk Februari 2010. Tapi faktanya, SBY baru mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 5 tahun 2010 tanggal 23 April.
"Parahnya lagi, presiden baru "tersadar" akan tugas dan tanggungjawabnya setelah KPP mendesak presiden untuk segera membentuk Pansel," katanya.
Kedua, anggaran Pansel hingga saat belum dicairkan. Padahal, setelah terbentuk, Ketua Pansel Harkistuti Harkrisnowo sudah mengajukan anggaran senilai Rp 6 Miliar. Dan yang ketiga adalah pengangkatan Ketua Pansel yang hanya menjabat Dirjen.
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi sosok tunggal yang paling bertanggung jawab terhadap keterlambatan seleksi komisioner Komisi
BERITA TERKAIT
- Saksi Ahli Paparkan Prinsip Kewajaran dalam Gugatan Merek di Sidang Sengketa Minyak Gosok
- Satgas Damai Cartenz Buru Komandan KKB yang Kabur dari Lapas Wamena
- BPKH Limited Perkenalkan Bumbu Khas Indonesia untuk Katering Jemaah Haji di Arab Saudi
- Gelar Aksi di Kemendag, Ribuan Pengepul Minyak Jelantah Tuntut Solusi Penghentian Ekspor
- ISDS Gelar Diskusi Bertema Ancaman Nuklir di Semenanjung Korea Bagi Perdamaian Dunia
- Waka MPR Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik