SBY: Saya Pribadi dan Keluarga Sering jadi Korban Hoaks

“Harus adil. Negara harus adil, pemerintahnya adil, polisinya adil, penegak hukumnya adil, semua wajib bersikap adil,” katanya dengan lantang.
“Ini yang menjadi tiang, menjadi kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya.
Bagi SBY, Indonesia adalah negara kebenaran, negara keadilan, negara etika, dan negara hukum. Bukan negara kebohongan, bukan negara fitnah, bukan negara hoax. Karena itu rakyat harus memerangi hoaks tersebut.
Ia juga mendukung pers di negara ini, pers yang merdeka, tetapi juga bertanggungjawab dan adil. Pers menurutnya tidak boleh terlalu membela pihak-pihak tertentu dan terlalu menghajar pihak-pihak yang lain. “Namanya tidak adil,” tegasnya.
SBY kembali menegaskan, rakyat Indonesia di seluruh tanah air menginginkan keadilan dan kebenaran tegak. Tidak ada sikap tebang pilih, penegak hukum tidak boleh pilih kasih dan sebagainya.
“Dari Mataram ini kita kumandangkan kepada dunia: Stop hoax, stop fitnah, dan kita dukung pers yang merdeka adil dan bertanggung jawab,” ungkapnya.(ili/ewi/r5)
Membanjirnya hoaks atau berita bohong seperti menjadi “penyakit” dalam pentas demokrasi Indonesia. Terutama pada momen-momen politik
Redaktur & Reporter : Friederich
- AHY Jawab Begini Ditanya Pertemuan Prabowo, SBY, dan Megawati
- IRT di Inhu Mengaku Dibegal, Saat Diselidiki Polisi, Ternyata
- Mahasiswa Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Hoaks di Medsos
- Akademisi Sebut Hoaks Hambat Perkembangan Generasi Indonesia Emas 2045
- Berfoto Bersama Prabowo, Jokowi, dan SBY, Puan: Silaturahmi Presiden dengan Ketua Lembaga
- Herman Deru-Cik Ujang Kompak Ikuti Parade Senja yang Dihadiri Prabowo, Jokowi dan SBY