SBY Undang Obama ke Indonesia
Kamis, 19 Februari 2009 – 13:53 WIB
JAKARTA – Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengundang secara resmi Presiden AS yang baru Barack Hussien Obama untuk datang ke Indonesia. Undangan itu disampaikan secara resmi oleh SBY melalui Menlu AS Hillary Clinton ketika melakukan pertemuan 45 menit di kantor presiden, Jakarta, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (19/2). Untuk itu, kata Dino, Conference Partnershif antara Indonesia dengan Amerika Serikat dianggap sebagai suatu yang sangat penting, mengingat Amerika adalah negara adikuasa dan Indonesia adalah negara yang memiliki penduduk muslim mayoritas di dunia. “Nah, kalau nanti Presiden SBY dan Obama bertemu, baru semuanya bisa lebih didalami. Kalau ini kan pembahasannya baru general (umum),” cetusnya.
“Presiden Susilo mengundang Presiden Obama untuk datang ke Indonesia. Undangan itu sudah disampaikan Presiden Susilo via telepon setelah Obama terpilih jadi presiden AS yang baru. Dan tadi saat bertemu dengan Menlu Hillary undangan disampaikan lagi. Kan Obama anak Menteng, he..he..,” ujar Dino Patti Djalal, Jubir Kepresidenenan.
Baca Juga:
Pertemuan antara SBY-Obama dinilai sangat penting. “Presiden SBY sudah menggelindingkan pentingnya Conference Partnershif. Presiden sudah menggelindingkan bola itu, presiden sampaikan ke AS waktu berkunjung ke Washington DC bulan Desember 2008 lalu. Indonesia memiliki sejumlah partnershif, kita punya partnersgif dengan Jepang, Australia, Afrika Selatan, Brasil dan sebagainya,” papar Dino.
Baca Juga:
JAKARTA – Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengundang secara resmi Presiden AS yang baru Barack Hussien Obama untuk datang ke Indonesia.
BERITA TERKAIT
- Waka MPR Sebut Layanan & Kualitas Kesehatan Masyarakat Harus Direalisasikan
- Dukung Penanaman Pohon di Hulu Sungai Ciliwung, Pertamina: Memiliki Manfaat Besar
- PKB Jakarta: Pembatalan Penutupan Koridor 1 TransJakarta Langkah Bijak
- Resmikan Masjid Al-Jihan di Garut, Panglima TNI: Simbol Penguatan Nilai Keagamaan dan Sosial
- Beri Swasta Peran Lebih Besar untuk Infrastruktur, Prabowo: Lebih Efisien dan Tepat Waktu
- Anggota DPR Maria Lestari Kembali Mangkir, KPK Merespons Begini