Sebabkan Cedera pada Anak, Warga Australia Didesak Buang Trampolin Tua

Dari tahun lalu, semua trampoline di Australia yang dijual harus mencakup jaring.
Para peneliti mengatakan, cara ini lebih aman, tapi secara tidak sengaja bisa menyebabkan peningkatan jumlah cedera.
"Pagar keselamatan ... mungkin memiliki konsekuensi peningkatan resiko yang tak diinginkan bagi pengguna muda," sebut studi ini.
Studi tersebut menunjukkan bahwa apa yang Karen Ashby katakan adalah peningkatan yang mengejutkan dalam kasus cedera pada anak-anak usia balita.
"Kami punya anak-anak dengan usia muda yang mengalami patah tulang tengkorak, cedera kepala, akibat benturan kepala dengan anak-anak lainnya," utaranya.
Ia mengemukakan, "Anda melihat anak yang berusia semakin kecil terhempas ke udara, memantul ganda adalah ketika ... kaki Anda menyentuh alas trampolin dan orang lain segera terlontar setelahnya dan anak yang usianya lebih muda akan terlempar sangat kuat di udara."
Tapi lembaga ‘Kidsafe Victoria’ tak mendukung penarikan atau pembelian kembali.
"Yang benar-benar penting dengan trampolin adalah bahwa mereka tetap dalam kondisi baik dan bahwa setiap trampoline yang rusak atau yang bisa membahayakan harus diganti," kata Jason Chambers dari Kidsafe Victoria.
Ilmuwan yang meneliti kasus cedera mendesak adanya pengembalian atau penarikan trampolin tua di seluruh Australia.Hal ini disebutkan dalam sebuah
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi