Sebelum Diskusi, KMI Doakan Bang Buyung

jpnn.com - JAKARTA - Diskusi "Mengkritik Tidak Harus Menghina", Membedah Pasal Penghinaan Presiden dalam Konteks Menjaga Kualitas Demokrasi Indonesia sebagai Bangsa Bermartabat, yang diselenggarakan oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI), diawali dengan pernyataan duka cita atas wafatnya Adnan Buyung Nasution.
"Sebelum diskusi dimulai, mari kita menyatakan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bang Buyung," kata Ketua Umum KMI, Edi Humaedi, di Hall Dewan Pers Jakarta, Rabu (23/9).
Selain mengajak berduka cita, Edi Humaidi juga meminta semua narasumber dan peserta diskusi mendoakan agar almarhum diterima di sisi-Nya dan diampuni seluruh dosa-dosanya.
Hadir dalam diskusi tersebut antara lain Profesor Jimly Asshiddiqie, Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Tarman Azzam, anggota Komisi III DPR RI, Abdul Kadir Karding dan pembicara lainnya dari Kementerian Hukum dan HAM. (fas/jpnn)
JAKARTA - Diskusi "Mengkritik Tidak Harus Menghina", Membedah Pasal Penghinaan Presiden dalam Konteks Menjaga Kualitas Demokrasi Indonesia
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- DPRD DKI Tak Mempersoalkan Kenaikan Tarif PAM Jaya, Asalkan
- Usulan Amnesti terhadap Napi KKB Sudah Disampaikan kepada Prabowo
- Akan Ada Verval Dokumen sebelum Tes PPPK Tahap 2, Inilah Tujuannya
- Hari Ini Presiden Prabowo Luncurkan Danantara
- PPPK 2024 Tahap 1 Menerima Gaji Perdana 4 Bulan Lagi, Sabar ya
- 10 Tahun Berdiri dengan Bangunan Seadanya, Sekolah di Ujung Garut Selatan Ini Akhirnya Direnovasi