Sebuah Galeri Seni di Sydney Mengembalikan Artefak Berusia Ratusan Tahun ke Nepal
Ia mengaku jika waktu mengembalikan artefak tersebut termasuk lama, karena butuh waktu 20 tahun.
Menurutnya ada beberapa "peristiwa" yang terjadi di Nepal, termasuk gempa bumi dan pergantian pemerintahan.
"Ini memang memakan waktu yang lebih lama dari biasanya, tapi karena informasi yang kita miliki menjadi lebih mudah."
Profesor Erin Thompson, pakar kejahatan terhadap benda-benda seni dari City University of New York, pernah melacak kasus ini dan mengatakan masalah waktu biasanya jadi alasan yang digunakan museum dan galeri.
"Jika menurut mereka kondisinya tidak tepat, mengapa mereka tidak membantu memperbaikinya, malah menyimpannya?" kata profesor Thompson.
"Secara etis, tidak benar bagi sebuah museum hanya mengatakan 'kami menunggu Anda untuk menyelesaikan masalah', tapi tidak sadar jika mereka adalah bagian dari pasar gelap global ini, mereka adalah bagian dari masalah."
"Kita tidak bisa begitu saja mengambil benda orang lain, mengambil dewa orang lain," ujarnya.
Dia menyambut baik pemulangan tersebut tetapi mengatakan pihak galeri dari AGNSW harus meminta maaf atas keterlambatan pengembalian tersebut.
Negara-negara barat sepertinya semakin sadar jika beberapa barang-barang dan karya seni yang dipamerkan di galeri dan museum mereka adalah hasil curian
- Dunia Hari Ini: 51 Pria Dijatuhkan Hukuman Atas Kasus Pemerkosaan Prancis
- Anggota Bali Nine Sudah Bebas dan Kembali ke Keluarga Masing-masing
- Dunia Hari Ini: Australia Terbangkan Warganya Keluar Vanuatu
- Pemakai Narkoba di Indonesia Kemungkinan Akan Dikirim ke Rehabilitasi, Bukan Penjara
- Dunia Hari Ini: Terpidana Mati Kasus Narkoba Mary Jane Dipulangkan ke Filipina
- Australia Juara Menangkap Pengunjuk Rasa Lingkungan