Sebuah Laporan Menunjukkan Tindakan Rasisme yang Terjadi di Lembaga Penyiaran Australia ABC

"Kita semua perlu berbuat lebih baik bagi rekan kerja kita dengan mencegah atau menindak perilaku yang berupaya mendiskriminasi, menindas, atau merendahkan mereka."
Mendorong lingkungan kerja yang lebih inklusif
Menurut pernyataan Komite Bonner, badan penasihat utama ABC tentang isu yang berkaitan dengan staf dan konten Aborigin dan Penduduk Kepulauan Selat Torres, karyawan sudah terbuka dan berani dalam membagikan pengalaman mereka tentang rasisme.
"Listen Loudly, Act Strongly menyerukan agar orang-orang mau mendengar dengan seksama," bunyi pernyataannya.
"Itulah tanggung jawab setiap orang di ABC sekarang, untuk memastikan laporan ini dipahami sepenuhnya, dan setiap anggota tim kami paham perubahan yang diminta dalam laporan tersebut akan memerlukan tindakan oleh setiap orang," kata perwakilan komite.
Menteri Komunikasi Australia Michelle Rowland mengatakan meski ABC memiliki kemandirian editorial, warga Australia memiliki harapan yang tinggi terhadap penyiar tersebut.
"Semua organisasi wajib mengatasi masalah rasisme dengan memastikan staf aman di tempat kerja dan ABC mengakui harus menghadapi kenyataan yang tidak mengenakkan jika menginginkan perubahan nyata," katanya.
"Ini adalah pekerjaan penting bagi organisasi dan saya berharap rekomendasi Dr. Janke akan berkontribusi pada penyiaran nasional yang lebih beragam dan inklusif."
Senator Partai Hijau Mehreen Faruqi mengatakan temuan tinjauan tersebut tidak mengejutkan, tetapi tidak juga mengurangi kekecewaan.
Petinggi ABC meminta maaf kepada karyawannya yang pernah mengalami perlakuan rasisme dan diskriminasi
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya