Segera Jadi BUMN, Bank Syariah Indonesia Harus Berorientasi pada Industri Halal

Di atas itu semua, Intan Fauzi mengingatkan "Orientasi BSI harus turut memperbesar industri halal yang sangat potensial".
Kejar CAR
Sementara itu, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengakui jika rasio kecukupan modal perseroan berada di bawah industri. Oleh sebab itu, BSI berencana untuk melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue untuk menaikkan modal pada kuartal IV/2022.
"CAR lebih tinggi itu lebih bagus, karena waktu merger belum ada injeksi modal tambahan. Nah, kita harus injeksi (modal) lewat rights issue," ujarnya.
Hery menyampaikan perseroan akan melakukan rights issue senilai Rp5 triliun yang digunakan untuk ekspansi bisnis BSI, seiring dengan target pertumbuhan biaya perseroan yang cukup tinggi.
Selain itu, aksi tersebut juga untuk mengerek rasio CAR perseroan menjadi 22 persen.
"(CAR) belum mampu ke 25 persen, tapi corporate action berikutnya akan kita kejar ke sana," pungkas Hery.(fri/jpnn)
Anggota Komisi VI DPR Intan Fauzi mengingatkan jajaran Direksi PT Bank Syariah Mandiri Tbk (BSI) meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- BSI Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia, Nilainya Sebegini
- Komisi VI DPR Apresiasi Langkah Strategis Telkom Perkuat Ekosistem Data Center Indonesia
- Legislator PDIP Minta Kemendag Tarik MinyaKita yang Tak Sesuai Takaran
- TASPEN Bantu Sertifikasi Halal UMKM Secara Gratis, Dukung Ekonomi Tumbuh Berkelanjutan
- Bank Emas Pertama di Indonesia Diresmikan Prabowo, Bakal Tambah PDB Rp 245 T
- Chery Omoda E5 Dipercaya Sebagai Mobil Operasional BSI