Sejarah Garam dalam Legenda Aji Saka
jpnn.com - BEKAL pengetahuan untuk para agen garam, pemerintah Hindia Belanda memakai legenda Aji Saka. Bagaimana kisahnya?
Wenri Wanhar & Yudi Anugrah N
Sesosok lelaki bertubuh ular ke istana Medangkamulan. Prabu Aji Saka terperanjat. Baruklinting—begitu dia punya nama--mengaku sebagai putra Sang Prabu.
Melihat Baruklinting, ingatan Aji Saka melambung pada peristiwa sekian tahun sebelumnya. Ketika dirinya singgah di sebuah gubuk, di tengah hutan.
Waktu itu, Aji Saka menitipkan sebilah pisau kepada seorang gadis anak seorang petani seraya berpesan, jangan sesekli memangku pisau itu.
Rupanya, tanpa disengaja, si gadis melanggar larangan. Tangkai pisau mendadak sirna. Gadis itu pun hamil, kemudian melahirkan Baruklinting.
Lantaran enggan mengakui Baruklinting sebagai sang anak, Aji Saka mencari akal.
Dia menitah syarat. Jika mau diaku anak, Baruklinting harus membawakan kepala buaya putih, musuh bebuyutan Aji Saka, beserta air laut.
BEKAL pengetahuan untuk para agen garam, pemerintah Hindia Belanda memakai legenda Aji Saka. Bagaimana kisahnya?
- Pemerintah Bakal Produksi 2,25 Ton Garam di 2025
- Ajinomoto Gandeng Binus University Kampanyekan Bijak Garam
- 7 Makanan Pengganti Garam yang Bisa Anda Coba
- Siap-Siap, Tahun Depan Impor Garam, Gula, hingga Beras Disetop
- 5 Khasiat Air Garam yang Bikin Kaget, Berat Badan Bakalan Ambyar
- Heru B. Wasesa dan Tim Gali Fakta Sejarah Nusantara dari Perspektif Eropa