Sejarah Masuknya Orang Tionghoa ke Jakarta (1)

Pemerintah Belanda di negeri Belanda dalam suratnja jang ditudjukan kepada Gouverneur Generaal Jan Pieterszoon Coen antara lain mengatakan sebagai berikut: …Pengangkatan tuan Bencon sebagai anggauta College van Schepenen, pemerintah Belanda telah membenarkan.
"Kedudukan Souw Beng Kong dalam madjelis bukan sadja diminta adpis-adpisnja, tetapi dapat djuga memutuskan perkara-perkara bangsa Tionghoa jang diadjukan ke dalam madjelis itu," tulis Phoa Kian Siaoe.
Belanda menerapkan strategi yang tepat. Pasar rempah-rempah pindah ke Batavia. Pelabuhan Banten berangsur lengang.
Beng Kong kian dimanjakan. Dia diberi lahan begitu di daerah Penjaringan (kini masuk wilayah Jakarta Utara).
Bagaimana kisah selanjutnya? --bersambung (wow/jpnn)
SOUW BENG KONG bersetuju dengan Jan Pieterszoon Coen. Orang-orang Cina di Banten akhirnya hijrah ke Batavia--kota baru yang dibangun Belanda. Pelabuhan
Redaktur & Reporter : Wenri
- Kawan Lama
- Serangan Umum 1 Maret, Klaim & Versi (daripada) Soeharto
- Bangsa Pelupa dan Pemaaf, Sebuah Refleksi Tentang Karakter Kolektif Indonesia
- Meiline Tenardi: Cap Go Meh 2025 Menghidupkan Nilai Budaya & Harmoni Keberagaman
- KIKT Dukung Pelestarian Warisan Budaya
- Sejarah Etnik Simalungun dan Kepahlawanan Rondahaim Saragih