Sejarah Tercipta di Hiroshima
Selasa, 12 April 2016 – 08:37 WIB

John Kerry (tengah) saat mengunjungi Hiroshima Peace. Foto : cnn
Sampai sekarang, Jepang merupakan satu-satunya negara yang pernah menjadi sasaran bom atom. Dalam waktu hampir bersamaan, dua kota di Negeri Sakura luluh lantak gara-gara bom nuklir AS. Nilai kerusakan dan kerugian fisik yang ditimbulkan sangat besar. Bahkan, kota yang ketika itu menjadi pusat instalasi militer tersebut rata dengan tanah. Tapi, trauma yang ditimbulkan jauh lebih besar. Bahkan tak pernah teratasi.
Karena itu, para Menlu G-7, kelompok negara yang menguasai lebih dari 60 persen kekayaan global, sengaja memilih Hiroshima sebagai lokasi untuk mendeklarasikan kesepakatan dunia tanpa nuklir. Setidaknya agar tidak ada lagi sekitar 140.000 warga Hiroshima dan 74.000 warga Nagasaki yang harus mati sia-sia karena bom atom.
"Semua orang harus datang ke Hiroshima. Yang saya maksud semua orang adalah semua orang di dunia ini," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kerry mengungkapkan harapannya agar Presiden Barack Obama bisa melawat Hiroshima sebelum masa jabatannya berakhir. "Saya berharap presiden AS termasuk di antara semua orang yang saya harapkan bisa berkunjung ke sini," imbuhnya.
HIROSHIMA – Untuk pertama kalinya sejarah mencatat ada kunjungan seorang Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) ke Hiroshima
BERITA TERKAIT
- Mengenang Paus Fransiskus, Ketum PP Muhammadiyah: Sosok Penyantun dan Humoris
- Siapa Pemegang Kendali Vatikan Sepeninggal Paus dan Bagaimana Memilih Penggantinya?
- Sede Vacante, Masa ‘Kursi Kosong’ setelah Paus Vatikan Wafat
- Setahun Sebelum Meninggal, Paus Fransiskus Sederhanakan Liturgi Pemakaman Kepausan
- Kabar Duka, Paus Fransiskus Meninggal Dunia
- Rayakan Paskah, Presiden Kolombia Bicara soal Penderitaan Yesus & Rakyat Palestina