Sejumlah Aset Bupati Karawang Disita KPK

jpnn.com - JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita aset milik Bupati Karawang Ade Swara dan istrinya Nurlatifah. Hal itu diketahui dari keterangan pengacara mereka, Haryo B. Wibowo.
“Iya benar ada sejumlah aset yang disita. Ada rumah di Pulo Raya, itu yang tahun 2012. Ada empat tanah, tempatnya di mana saja saya lupa, sepertinya di sana Karawang),” kata Haryo di KPK, Jakarta, Selasa (28/10).
Dikonfirmasi soal penyitaan itu, Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengaku belum mendapatkan informasi. Ia mengaku akan mengeceknya terlebih dahulu.
Sementara itu, Ade pasrah sejumlah aset miliknya disita KPK. Namun, ia akan mencoba membuktikan bahwa aset yang disita bukan berasal dari tindak pidana korupsi atau pencucian uang. “Kalau memang harus disita, disita saja. Itu kan aturannya seperti itu,” ucapnya.
Soal aset berupa rumah yang disita KPK, Ade menyatakan rumah itu bukan atas nama dia dan istri. Ia mengaku membeli rumah itu pada tahun 2013.
“Dibeli tahun 2013. Kalau tidak salah itu menggunakan bukan nama ibu. Saya baru tahu menggunakan nama yang lain beberapa bulan setelahterjadi (ditangkap),” ujar Ade.
KPK menetapkan Ade dan Nurlatifah sebagai tersangka kasus dugaanpemerasan terkait pengurusan ijin surat pernyataan pengelola lingkungan atas nama PT Tatar Kertabumi di Kabupaten Karawang.
Selainitu, keduanya juga ditetapkan menjadi tersangka tindak pidana pencucian uang. (gil/jpnn)
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita aset milik Bupati Karawang Ade Swara dan istrinya Nurlatifah. Hal itu diketahui dari
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- BPJS Kesehatan Jamin Layanan Kesehatan Komprehensif Bagi Ibu Hamil
- Hujan Deras, Jalan Soetta - Gedebage Bandung Banjir, Kendaraan Tak Bergerak
- ASDP Catat Trafik Arus Balik Lebaran 2025 Meningkat Tajam, Sebegini Jumlahnya
- 12 Orang Tewas dalam Bentrok Pilkada Puncak Jaya, KKB Terlibat
- Kaget Dengar Pernyataan Hasan Nasbi, Felix Siauw: Ini Gila, Pantas Dipecat
- Prabowo Terima Ucapan Idulfitri 1446 H dari Pemimpin Negara Sahabat