Sejumlah Mahasiswa Indonesia Lulus dari Perguruan Tinggi Australia tanpa Perlu ke Sana

Glorifi Fatima Merciana, atau yang akrab dipanggil Cici, telah lulus dengan gelar Master dari University of Sydney.
Selama masa studinya, Cici yang tinggal di Kupang, Nusa Tenggara Timur belum pernah menginjakkan kaki sekali pun di Australia.
Ia hanya mengikuti kuliah dan kegiatan belajarnya secara daring.
Cici menyebutkan beberapa tantangan yang ia hadapi selama kuliah dari rumah, mulai dari gangguan koneksi internet hingga perbedaan waktu 2 jam antara Australia dan Kupang.
Pada awal April 2021, badai Siklon Tropis Seroja melanda NTT yang menyebabkan aliran listrik padam di Kupang selama empat hari.
Saat kejadian, Cici mengatakan ia sedang berusaha untuk menyelesaikan salah satu tugas menulis sebagai bagian dari ujian tengah semester.
Namun ia mengaku ketimbang menjadi "stress" memikirkan sesuatu yang ia tidak bisa kendalikan, Cici memilih untuk melanjutkan apa yang sedang dijalaninya.
"Beberapa hari aku enggak ikut kuliah sambil cari tempat tinggal teman yang memang listriknya sudah nyala duluan," ujarnya.
Sejumlah lulusan Australia asal Indonesia menceritakan tantangan mereka selama kuliah secara daring dari rumah mereka selama pandemi COVID-19
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi