Sejumlah Maskapai Batalkan Penerbangan Dari dan Menuju Bali

Otoritas Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bali tetap buka pada Sabtu (26/11/2017) malam namun dalam waktu dua jam setelah letusan tersebut, Maskapai Australia Jetstar membatalkan atau mengalihkan empat penerbangan mereka menuju Bali serta lima penerbangan karena diberangkatkan dari pulau tersebut.
Maskapai Qantas, Virgin dan KLM KLM Belanda tidak lama kemudia juga mengikuti jejak Jetstar dalam membatalkan penerbangan.
Kepulan asap pekat yang mengandung abu vulkanik dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada mesin pesawat terbang namun maskapai-maskapai penerbangan ini memiliki kriteria berbeda tentang seberapa dekat pesawat mereka dengan awan abu agar tetap dapat dioperasikan.
Garuda Indonesia dan Air Asia terus menggunakan bandara Ngurah Rai.
Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan awan abu tidak mempengaruhi jalur penerbangan di Denpasar dan menyatakan bahwa saat ini kondisinya masih aman bagi pesawat terbang untuk masuk dan keluar dari bandara Ngurah Rai Bali.
Sekitar 30.000 pengungsi dari Gunung Agung tetap tinggal di pos pengungsian sementara. Sebagian besar dari mereka meninggalkan rumah pada bulan September, ketika pihak berwenang pertama kali memperingatkan bahwa letusan besar kemungkinan terjadi.
Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara BNPB, mengatakan total delapan penerbangan internasional ke Bali dan 13 penerbangan internasional yang berangkat dari Bali telah dibatalkan.
Dia mengatakan sekitar 2.000 orang terdampar di bandara.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana