Sejumlah Negara Butuh Tenaga Perawat dari Indonesia

”FPMA menawarkan kerjasama untuk memberikan kesempatan kembali kepada returnee perawat EPA untuk bekerja kembali di Jepang yaitu di Fukuoka Prefecture,” ujar Usman.
Dalam MoU tersebut, pihak FPMA akan melakukan pelatihan pemantapan dan penempatan tenaga perawat yang telah lulus ujian di RS dan klinik yang berada di bawah FPMA. Bagi perawat yang hanya lulus Licensed Assistant Nurse, selama bekerja di Fukuoka Jepang akan difasilitasi untuk peningkatan kapasitas agar dapat lulus ujian nasional, sedangkan BPPSDM menyiapkan tenaga returnee yang akan mengikuti program tersebut.
Mengingat kebutuhan perawat yang sangat tinggi di Jepang termasuk di Fukuoka Prefecture. Pihak FPMA mempertimbangkan untuk mendukung penyiapan penempatan perawat ke Jepang salah satunya melalui bantuan proses pendidikan bahasa Jepang di kelas Intenasional yang akan diadakan di lingkungan Poltekkes Kemenkes.
Dia menambahkan bahwa ada yang beda dari pendidikan perawat di Indonesia dengan di luar negeri. ”Di luar negeri seorang bidan pasti dia seorang perawat, beda dengan Indonesia sejak awal sudah pisah pendidikannya,” ujarnya. (lyn)
Kementerian Kesehatan telah bekerjasama dengan beberapa negara terkait pengiriman tenaga perawat.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Bethsaida Caregivers Awards 2025 Ajang Penghargaan Bagi Dokter dan Perawat
- Muktamar Ke-32 IDI, Praktisi Serukan Kebijakan Kesehatan Berkeadilan
- Uhamka Siapkan Tenaga Medis Profesional untuk Kebutuhan Nakes di Arab Saudi
- Lestari Moerdijat Sampaikan 2 Hal Ini Faktor Penting untuk Perbaiki Gizi Masyarakat
- Mengenal Jurusan Keperawatan, Ini Prospek Karier dan Peluangnya di Masa Depan
- PB Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia Berpartisipasi Dalam Pembangunan Kesehatan