Sekarang Sudah Critical Moment, Banyak Manajer RS Juga Kena Covid-19
jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Pusat Perhimpunan Manajer Pelayanan Kesehatan Indonesia (PERMAPKIN) Hermawan Saputra menyatakan bahwa banyak sekali manajemen rumah sakit (RS) yang terkena Covid-19.
"Berbicara manajemen terutama di rumah sakit itu banyak sekali kasus-kasus terkonfirmasi di pelayanan kesehatan," kata Hermawan dalam sebuah diskusi daring yang digelar sebuah stasiun radio di Jakarta, Sabtu (12/9).
Hermawan menambahkan, ada RS yang setengah dari jumlah manajernya terkontaminasi Covid-19. Menurutnya, hal itu tentu berimbas pada pengelolaan rumah sakit.
"Kalau 50 persen manajer kena, siapa yang akan mengoperasionalisasikan rumah sakit? Siapa yang akan melakukan tata kelola rumah sakit?" ujarnya.
Hanya saja, Hermawan merasa tidak perlu menyebutkan satu per satu nama RS tersebut. Namun, ujar dia, banyak manajer di RS mentereng di Indonesia yang terkena Covid-19.
Menurutnya, hal itu berkaitan dengan kelelahan pada tata kelola dan manajemen fasilitas kesehatan. "Inilah menyebabkan pertimbangan untuk melakukan pengereman darurat itu bukan semata-mata dari angka epidemiologi," ujarnya.
Lebih lanjut Hermawan mengatakan, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia yang sudah mencapai angka 210 ribu merupakan critical moment. Menurutnya, tingginya kasus Covid-19 itu menempatkan fasilitas dan para tenaga kesehatan pada posisi riskan.
"Bayangkan, kalau kasus kita menembus angka 500 ribu atau satu juta yang positif pada tahun ini," jelasnya.
Selain dokter dan perawat, ternyata banyak juga manajemen RS yang terkena Covid-19. Harus ada kebijakan yang benar-benar mampu melandaikan Covid-19.
- Usut Kasus Korupsi di Kemenkes, KPK Periksa Dirut PT Bumi Asia Raya
- Kasus Korupsi Proyek APD Covid-19, KPK Jebloskan Pengusaha Ini ke Sel Tahanan
- Korupsi Insentif Nakes RSUD Palabuhanratu, Polda Jabar Tangkap 3 Tersangka Baru
- Korupsi Pengadaan Masker Covid-19 di NTB, Kerugian Negaranya
- Menkes Sebut Virus Mpox atau Cacar Monyet Tidak Mengkhawatirkan seperti Covid-19
- Jilbab IKN