Sekitar 7300 Peserta Jajak Pendapat Tak Ingin Donald Trump Masuk ke Australia

Donald Trump pernah mengunjungi Australia di masa lalu tapi tak ada indikasi bahwa ia berencana untuk mengunjungi negeri kanguru lagi, begitu pula tak ada sinyal apapun dari Pemerintah yang mencoba untuk membatasi-nya dari memasuki wilayah Australia.
Pidato Donald yang tanpa basa-basi serta janjinya utnuk ‘membuat Amerika kembali jaya’ begitu populer di kalangan pemilih kulit putih konservatif yang telah merasa diabaikan dan terlepas dari politik di Amerika.
Partai Republik sendiri bahkan terkejut dengan bertahannya Trump di deretan teratas kandidat Capres, sampai ia dikalahkan awal pekan ini oleh politisi ultra-konservatif, Ted Cruz, di kaukus Iowa.
Negara bagian di tengah pedesaan ini mendukung Ted untuk nominasi Partai Republik dengan 27,7% suara dibanding Trump yang mendapat 24%.
Hampir 10.000 warga telah memberikan suara dalam jajak pendapat yang menanyakan apakah Donald Trump seharusnya dilarang memasuki Australia. Hasilnya?
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana