Sekjen Kemenpupera: Duit Itu Sudah Saya Kembalikan
![Sekjen Kemenpupera: Duit Itu Sudah Saya Kembalikan](https://cloud.jpnn.com/photo/picture/normal/20160502_201159/201159_82875_Taufik_Widjoyono_Sekjen_PU_pu.go.id.jpg)
jpnn.com - JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Taufik Widjoyono mengaku pernah menerima uang USD 10 ribu dari Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional IX Maluku dan Maluku Utara Amran Mustari.
Namun, ia mengklaim duit itu sudah dikembalikannya ke Amran. Hal itu dikatakan Taufik saat bersaksi dalam perkara suap anggaran Kemenpupera untuk terdakwa Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (2/5).
Taufik mengatakan, pemberian uang itu dilakukan Amran saat ia hendak menikahkan putrinya. Menurut dia, uang itu diberikan pada 8 Oktober 2015 lalu oleh Amran yang notabene secara struktural merupakan anak buahnya di Kemenpupera.
"Pernah USD 10 ribu saat saya mau nikahkan putri saya, dari Amran," kata Taufik menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi Abdul Basir di persidangan.
Namun, ia mengklaim duit itu sudah dikembalikannya kepada Amran. "Sudah saya kembalikan," kata anak buah Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, itu.
Lantas, jaksa mencecar apakah Taufik tak mencari tahu asal muasal duit itu. "Sebab, sungguh tak wajar jika bawahan memberikan uang yang jumlah besar kepada atasannya," timpal Jaksa Basir. Jaksa kemudian mencecar dari mana Amran memperoleh duit sebanyak itu. "Saya tidak tahu," jawab Taufik. (boy/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Jenazah Victor Maruli Korban Penembakan di Malaysia Tiba di Kualanamu
- 5 Berita Terpopuler: Kepala BKN Angkat Bicara, Info Penting untuk Honorer Databased Muncul, Sudah Pasti Tak Ada PHK?
- Jasad Pria Berkaus Loreng TNI Ditemukan di Pantai Minajaya, Begini Kondisinya
- Zarof Ricar, Ibu Tiri, Uang Pergaulan, dan Eks Ketua PN Surabaya
- Kapolda Sulsel Cek Kondisi 2 Bocah yang Dianiaya Orang Tua di Makassar
- Polri Buka Pendaftaran Akpol, Bintara, dan Tamtama hingga 6 Maret 2025