Sekjen PAN Mentahkan Ide Duet Jokowi-Hatta
Rabu, 01 Mei 2013 – 01:01 WIB

Sekjen PAN Mentahkan Ide Duet Jokowi-Hatta
JAKARTA - Pernyataan Wakil Ketua DPD RI La Ode Ida yang menduetkan Jokowi-Hatta Rajasa di Pilpres 2014 membuat DPP PAN angkat suara. Sekjen PAN Taufik Kurniawan mengatakan klaim La Ode itu bukanlah suara partai. Taufik justru menegaskan bahwa fokus partainya saat ini adalah memperbaiki dan menyempurnakan daftar caleg sementara yang harus diserahkan kepada KPU pada tanggal 9 Mei hingga 22 Mei mendatang. "Dan Ketua Umum kami (Hatta Rajasa, red) berkonsentrasi terhadap hal itu. Belum memikirkan hal lain selain pemilu legislatif," tegasnya.
Bahkan Taufik menganggap spanduk Jokowi-Hatta yang bertebaran di seantero Solo bukanlah kebijakan PAN. "Spanduk-spanduk yang beredar di Kota Solo dilakukan secara spontan oleh masyarakat Solo sendiri dan tidak terkait dengan kebijakan DPD PAN Solo apalagi DPP PAN. PAN Solo juga sudah menjelaskan kepada kami bahwa itu adalah tindakan spontan masyarakat tanpa ada keterlibatan dari DPD PAN Solo," tegas Taufik di Gedung DPR RI, Selasa (30/4).
Taufik menegaskan, DPP PAN tidak pernah melakukan pebicaraan maupun kesepakatn politik dengan Jokowi. Namun, lanjut Taufik, DPP PAN memang tidak bisa melarang tindakan masyarakat di Kota Solo yang menyandingkan mantan Jokowi dengan Hatta.
Baca Juga:
JAKARTA - Pernyataan Wakil Ketua DPD RI La Ode Ida yang menduetkan Jokowi-Hatta Rajasa di Pilpres 2014 membuat DPP PAN angkat suara. Sekjen PAN
BERITA TERKAIT
- Rahmat Saleh Ingatkan Pemerintah Soal Anggaran Pengamanan PSU
- Deddy Sitorus PDIP Mengajak Mengundurkan Diri secara Massal, Waduh
- Bupati Tasikmalaya Terpilih Ade Didiskualifikasi MK, KPU Jabar Beralasan Begini
- Ibas Ajak Semua Kader Demokrat Buat Program untuk Kesejahteraan Rakyat
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur