Sekolah Baru Masih Kekurangan Guru
Plt Kepala SMPN 55 Chamim Rosyidi Irsyad mengatakan, ketersediaan guru memang penting untuk kelangsungan belajar-mengajar.
Sebagai sekolah yang baru berjalan di tahun kedua, SMPN 55 praktis memerlukan tenaga guru.
"Mulanya kami membuat grup klaster sekolah terdekat," tuturnya.
Chamim menjelaskan, dalam grup klaster itu, ada lima sekolah yang terdekat dengan SMPN 55.
Yakni, SMPN 12, 21, 36, 22, dan SMPN 32. Namun, hanya tiga sekolah yang bisa meminjamkan guru untuk SMPN 55.
Yakni, SMPN 21, 36, dan 22. Ada juga bantuan dari SMPN 29 dan SMPN 45.
"Guru-guru di sekolah itu yang kurang jam mengajar bisa memenuhinya di SMPN 55," terangnya.
Seiring berjalannya waktu, kekurangan guru pun mulai terpenuhi. Pada awal tahun ini, SMPN 55 mendapatkan guru hasil pemerataan dari Dinas Pendidikan Surabaya.
Kegiatan belajar-mengajar (KBM) sudah berjalan lebih dari sebulan di beberapa sekolah baru yang dibentuk pemerintah Kota Surabaya.
- Masih Kurang 3.000 Guru di Wilayah Ini
- Hanya Terima 828 PNS Baru Padahal Masih Kekurangan 2.500 Guru
- Terpaksa Membelah Diri karena Kurang Guru di Sekolah
- Miris, Hanya Ada Dua Guru di Sekolah untuk Didik Seratus Siswa
- Kurang Tenaga Pendidik, Guru Ini Harus Mengajar 6 Kelas
- Miris, Satu Sekolah Hanya Punya Dua Guru