Sekolah Lima Hari Menuai Kontroversi, Bagaimana Menurut Anda?
Sabtu, 10 Juni 2017 – 00:05 WIB

LIMA HARI - Sistem sekolah lima hari dalam sepekan dinilai belum cocok diterapkan di Kabupaten Pekalongan. Foto: Muhammad Hadiyan/Radar Pekalongan/JPNN.com
Sebab, rata-rata wali murid di daerahnya berprofesi sebagai buruh batik dan konveksi yang liburnya adalah Hari Jumat.
"Selain itu, hal ini juga mengganggu pendidikan keagamaan di luar sekolah seperti TPQ dan Madrasah Dinniyah. Meski demikian, kalau memang aturannya seperti itu, kami pendidik tetap akan melaksanakannya," tandasnya. (*)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sedang merumuskan aturan yang menjadi dasar pemberlakuan sekolah lima hari, Senin sampai Jumat,
Redaktur & Reporter : Soetomo
BERITA TERKAIT
- Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta, Raffi Ahmad Puji Lulusan Madrasah
- Mendes Yandri Berkolaborasi dengan PP Muhammadiyah Kuatkan Ekonomi dan Dakwah di Desa
- Raker dengan Menag, HNW Usulkan Sertifikasi Tanah Gratis untuk Madrasah dan Pesantren
- HNW Ungkap Harapan, Siswa Madrasah Tidak Dilupakan di Program MBG
- Ini yang Akan Dilakukan Muhadjir Effendy Setelah Tak Jadi Menteri
- Acer Smart School Awards Kembali Digelar di 2024, Dorong AI untuk Kemajuan Pendidikan