Sekolah Mosintuwu Rajut Perdamaian di Poso

Dia sudah tiga bulan hidup dengan makanan seadanya di hutan ketika berjumpa dengan milisi tersebut.
Mereka berhasil selamat, menurut Martince, gara-gara anting-anting putrinya, yang berbentuk salib.
"Itulah yang menyelamatkan kami," ujarnya. "Saya kira mereka itu kelompok Kristen, karena mereka tidak membunuh kami."

Konflik sosial terjadi di tempat lain di Indonesia menyusul pengunduran diri Presiden Suharto saat itu. Tapi konflik di Poso yang paling lama, hingga 2007.
Sejak itu, Poso dikenal jadi sarang terorisme. Pendukung ISIS di sini termasuk yang pertama menyatakan dukungannya.
Martince saat ini giat dalam upaya memerangi kebencian. Dia memimpin sekolah perempuan Mosintuwu yang berupaya mempertemukan umat Muslim, Hindu, dan Kristen.
Kini lembaga tersebut mengelola pasar lokal yang terbuka bagi wanita dari semua agama.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi