Sekolah Pilihan Berdampak Negatif Untuk Pembauran Australia

Bagi Dr Ho, yang kini berusia 43 tahun, lingkungan yang tak membaur secara ras ini bukanlah yang ia inginkan untuk anak-anaknya.
Ia mengatakan, hal itu kurang muncul di sekolah yang tak merefleksikan sususan etnis atau budaya dari masyarakat luas.
Julukan yang melekat untuk kelompok tertentu
Meski hanya ada sedikit bukti bahwa ketegangan ras muncul di ruang kelas, ras adalah faktor kunci dalam bagaimana anak-anak melihat diri mereka dan teman-temannya di sekolah khusus.
Menurut Trissha Varman, siswa sekolah khusus berusia 15 tahun yang terlahir di Malaysia, anak-anak dari Asia selatan cenderung untuk bergaul dengan sesamanya. Alissa, 17 tahun, yang hanya ingin disebut nama depannya, mengatakan, sebuah kelompok yang didominasi anak-anak berkulit putih akan dijuluki 'Skips', kependakan dari Skippy si kanguru hutan.
Dr Ho menunjukkan sejumlah istilah seperti "the Asian five" -sekelompok mata pelajaran sukar termasuk sains, yang bertolak belakang dengan 'mata pelajaran kulit putih' yang sebagian besar berisi ilmu humaniora.
Aktivitas seperti debat dan olahraga juga diidentikkan dengan 'kulit putih'. Itu adalah jenis ekstra kurikuler sekolah yang menyulitkannya.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana