Sekolah Pilihan Berdampak Negatif Untuk Pembauran Australia

Nyatanya, dukungan akademik ekstra-kurikuler kini menjadi semacam kewajiban bagi keluarga manapun yang ingin anaknya masuk dalam program bergengsi atau program pemerintah apapun yang selektif di seluruh Australia. Industri pengajaran swasta, kini, secara mengejutkan, telah meningkat dua kali lipat selama satu dekade terakhir.
Tren ini, kini, menjadi penyebab utama dari ketegangan, khususnya di NSW. Program pelatihan dan bimbingan begitu mahal, dan bisa mengarah ke ketidaksetaraan. Tapi kebanyakan, itu dianggap sangat membebani anak-anak.
"Saya pernah mendengar orang mengatakan kepada saya bahwa ini pada dasarnya pelanggaran terhadap anak, apa yang dilakukan orang tua Asia ini terhadap anak mereka," jelasnya.
"Saya melihat adanya permusuhan rasial yang meningkat, dan saya rasa pastinya ada beberapa kekhawatiran nyata. Tapi juga ada rasisme di dalamnya."
Mendobrak kebiasaan
Meski ia adalah contoh kesuksesan dari sistem sekolah khusus, Dr Ho tak yakin sistem ini masih merupakan ide yang bagus.
Ia menyarankan adanya pencabutan sumber daya pemerintah dari program yang menguntungkan segelintir minoritas anak pintar ke sekolah negeri komprehensif yang menguntungkan semua siswa.
But so far, she seems to be swimming against the tide. The trend towards more selective schools is currently intensifying in nearly all states.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana