Sekolah Roboh, Dewan Salahkan Pemerintah
Rabu, 05 Oktober 2011 – 05:52 WIB
SERANG - Robohnya gedung Madrasah Diniyah (MD) Al-Ikhlas di Kampung Tambleg, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang menewaskan seorang siswi Senin (3/10) lalu mengundang keprihatinan anggota DPRD Banten. Para wakil rakyat ini mendesak Pemkab Lebak memperbaiki sistem penganggaran alokasi bidang pendidikan.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Banten Media Warman mengatakan, kasus sekolah roboh tidak akan terjadi jika pemkab/pemkot se-Banten menjalankan prioritas anggaran 20 persen seperti yang diamanatkan undang-undang. ”Penganggaran bidang pendidikan dari alokasi APBD dari daerah se-Provinsi Banten tidak mencapai 20 persen tapi berkisar 10-11 persen,” ujarnya.
Baca Juga:
Senada disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Banten, Sanuji Pentamerta yang mengatakan alokasi pendidikan di seluruh kota/kabupaten se-Banten masih kecil. ”Karena itu kami minta Pemprov Banten bekerjasama dengan pemkab dan pemkot memantau sekolah-sekolah rusak. Kalau ada sekolah rusak, langsung diperbaiki,” ungkapnya.
Sebelumnya, gedung MD Al-Ikhlas roboh, Senin (3/10) pukul 16.30. Peristiwa itu mengakibatkan seorang siswi bernama Sukniah, 10, yang tengah belajar bersama 46 siswa lainnya tewas. Sementara 10 lainnya luka-luka. Pemkab Lebak berjanji akan membangun sekolah MD Al-Ikhlas yang roboh dan para siswa yang terluka juga mendapatkan perawatan gratis hingga sembuh. (bud)
SERANG - Robohnya gedung Madrasah Diniyah (MD) Al-Ikhlas di Kampung Tambleg, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Rantastia Nur Alangan Ungkap Dukungan Dr. Ram Krishna untuk UIPM
- Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Sulsel, Ganesha Operation Kenalkan GO Expert
- Uhamka Masuk Daftar Universitas Terbaik Asia versi QS AUR 2025
- Ini Kata Bahlil soal Gelar Doktornya di SKSG UI
- SANF Perkuat Digitalisasi Pendidikan di Indonesia
- Keren, Siswa Mentari Intercultural School Jakarta Boyong Emas dari Malaysia