Sekolah yang Rusak Akibat Gempa di Lombok Dibangun Menggunakan Plastik Daur Ulang

"Saat saya memberikan ide itu, mereka sedikit kurang yakin," ujarnya.
"Tetapi, setelah [itu], saya memberikan… contoh-contoh bangunan, kemudian jelaskan bahannya dari apa, [proyek] ini bagus untuk lingkungan karena dari recycled plastic."
Waktu pembangunan dimulai, warga pun mulai menyadari manfaat dari proyek ini.
"Setelah masyarakat melihat bahannya datang, melihat bangunan kelas, anak-anak tidak sabar untuk mencoba kelas itu," kata Satriawan.
Marizal adalah guru olahraga di sekolah tersebut yang sudah bekerja hampir 11 tahun.
Dia mengatakan telah melihat proses transformasi yang luar biasa.
"Sekolah kami, yang dulunya hanya sekolah sementara yang menggunakan bangunan berdinding triplek dan beralaskan lantai tanah, kini sudah menjadi sekolah eco-block yang sangat indah dan rapi."
Murid-murid menjadi semangat ke sekolah
SDN 4 Taman Sari yang memiliki lima ruang kelas hanya membutuhkan sekitar enam hari untuk dibangun kembali karena bahannya, yakni 'eco-block' dapat dirakit dengan tangan, seperti lego.
Tak hanya mencegah bangunan hancur berkeping-keping saat gempa terjadi, bahan bangunan dari plastik yang didaur ulang bisa menyelamatkan Indonesia dari sampah plastik
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi