Sel Tidur, Teror Baru Setelah ISIS Dikubur
Minggu, 10 Maret 2019 – 15:05 WIB

Warga ISIS menyerah kepada pasukan koalisi Amerika Serikat di Syria. Foto: AP
Semua contoh itu sudah cukup bagi Kepala Komando Sentral AS Joseph Votel untuk meneruskan upaya penanggulangan ISIS. Menurut dia, ISIS yang tidak lagi punya ibu kota bisa jadi lebih berbahaya.
Baca Juga:
Mereka bisa meluncurkan serangan-serangan kecil di titik vital musuhnya. "Mereka kini berganti strategi menjadi gerilya. Hal itu bisa jadi permasalahan beberapa generasi ke depan," tegasnya. (M. Salsabyl Ad'n/c15/dos)
Kehancuran negara semu ISIS tinggal menghitung hari. Terbenamnya khalifah berhalauan ekstrem itu menerbitkan satu fenomena baru.
Redaktur & Reporter : Adil
BERITA TERKAIT
- Dulu Usut Teroris, Kini Brigjen Eko Hadi Dipilih jadi Dirtipid Narkoba Bareskrim
- Rapat Kerja dengan BNPT, Sugiat Apresiasi Zero Aksi Teror di 2024
- Paguyuban Ikhwan Mandiri Dukung Program Ketahanan Pangan
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Serang ISIS di Somalia
- BNPT Bakal Bentuk Satgas Kontra Radikalisasi Untuk Cegah Terorisme
- Amerika Coret Kuba dari Daftar Hitam Negara Pro-Terorisme, Selamat!