Selama Tiga Bulan 20 WN China Berada di Puncak, Begini Kegiatan Sehari-harinya
jpnn.com, BOGOR - Puluhan warga negara (WN) asal China dengan mudah masuk ke kawasan wisata Puncak, Bogor dan menyewa vila. Padahal blokade dan penyekatan Jalan Raya Puncak telah dilakukan petugas.
Bahkan, para WN China ini sudah hampir tiga bulan berada di kawasan Puncak. Untuk mengelabui petugas, para WNA tersebut berpindah-pindah. Meksi demikian, Pada Jumat (12/6), aksi para WNA China terendus polisi dan muspika Kecamatan Cisarua.
Penindakan pun dimulai. Muspika bersama dengan petugas kepolisian dari polsek Cisarua dan Polres Bogor melakukan pemeriksaan di Vila Samir, Kampung Ciburial Coklat RT 04/05, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, kabuapaten bogor.
Informasi yang dilansir radarbogor.id, setelah dilakukan pengecekan, didapati keberadaan WN China tersebut berada di vila. Dalam vila terdapat 16 WN China tanpa dokumen resmi.
“Iya Benar,” ujar Camat Cisarua, Deni Humaedi dilansir radarbogor.id, Sabtu (13/6).
Aksi penindakan WN China ini pun terekam kamera ponsel. Dalam video berdurasi 54 detik itu nampak seorang WNI bernama Sukarsih (20).
Wanita asal Argotirto, Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjingwetan, Kabupaten Malang itu berperan sebagai calo vila atau yang menjadi perantara untuk penyewaan vila.
“Kami sedang jual beli uang asing gitu,” ucap perempuan tersebut saat diinterogasi petugas dalam video.
WN China ini sudah hampir 3 bulan berada di kawasan Puncak. Untuk mengelabui petugas, mereka berpindah-pindah tempat.
- Hindari Kawasan Puncak Bogor
- Gegara Melanggar Izin Tinggal, WNA Asal China Dideportasi Imigrasi Palangka Raya
- Puing Bekas Lapak PKL di Kawasan Puncak Bogor Mulai Dibersihkan
- 2 WN China jadi Tersangka Pertambangan Ilegal di Palu
- Awal Bulan, Volume Kendaraan di Puncak Bogor Meningkat Hingga 2 Kali Lipat
- Pengamen Penusuk Wisatawan di Puncak Bogor Ditangkap Polisi, Begini Kejadiannya