Selamat dari Serangan KKB, Suku Dambet Gelar Ritual Bakar Batu

jpnn.com, PAPUA - Suku Dambet Kabupaten Puncak, Papua, menggelar ritual adat bakar batu sebagai rasa syukur atas kehidupan, Sabtu (18/4).
Kepala Suku Dambet Benner Tinal mengatakan ritual adat tersebut dilakukan setelah mereka selamat dari peristiwa pembakaran honai, bangunan sekolah, dan rumah guru oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Kegiatan bakar batu di Distrik Beoga, Puncak tersebut dihadiri Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Al Qudusy bersama personel Polri di antaranya Kompol Dudung Setyawan serta Brigpol Akram.
Ungkapan rasa syukur dari selamatnya tokoh adat Bener Tinal atas penembakan dan pembakaran yang dilakukan KKB, menunjukkan betapa sesungguhnya warga Papua cinta damai dan berharap selalu damai.
Kepala Suku Benner Tinal mengecam kejadian tindakan kejahatan dilakukan KKB karena dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan warganya.
Acara momen bakar batu dilakukan keluarga Benner Tinal pada Sabtu tengah malam pukul 21:30 WIT, sebagai jalinan silaturahmi antara kepala suku Dambet dengan jajaran personel Polri.
"Saya sangat menyesal dan mengutuk KKB yang telah menghancurkan honai dan kiosnya," kata Bener Tinal.
Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal menegaskan kehadiran aparat keamanan TNI/Polri di Beoga untuk memberikan perlindungan, menjamin keamanan, dan akan menegakkan hukum bagi kelompok KKB yang telah mengganggu ketenangan warga.
Suku Dambet Kabupaten Puncak, Papua, menggelar ritual adat bakar batu sebagai rasa syukur atas kehidupan, Sabtu (18/4).
- Tokoh Agama Minta Masyarakat Papua Tak Terprovokasi Isu Pelanggaran HAM
- Polisi Periksa Oknum TNI terkait Penjualan Senpi kepada KKB
- Begini Kebiadaban OPM terhadap Guru Honorer dan Nakes di Yahukimo
- Bupati Yahukimo Tegaskan Guru & Nakes di Anggruk bukan Anggota TNI-Polri
- Polri-TNI Evakuasi Para Guru & Tenaga Kesehatan yang Diserang KKB di Yahukimo
- Penyerangan KKB di Anggruk Yahukimo Mengakibatkan 1 Orang Tewas, 6 Terluka