Selandia Baru Akhiri Social Distancing, Warga Indonesia di Auckland Merasa Bangga

Mulai pergantian hari Selasa (9/06), Selandia Baru mencabut pembatasan aktivitas sosial dan bisnis yang sebelumnya diterapkan untuk mencegah penularan virus corona.
Yutia Meilani, asal Palembang yang kini tinggal di Auckland, Selandia Baru mengaku sangat gembira karena kondisi kehidupan di Selandia Baru sudah perlahan normal.
"Seneng banget … sudah benar-benar seperti kehidupan normal," kata Yutia saat dihubungi Erwin Renaldi dari ABC Indonesia di Melbourne.

Selandia Baru sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu negara yang tidak hanya pertama kali menutup perbatasannya dari negara lain, tapi juga menerapkan aturan paling ketat di dunia.
Salah satunya adalah saat berada di level empat dengan menutup hampir seluruh kegiatan ekonomi dan bisnis, kecuali hanya supermarket dan apotek besar yang boleh buka.
Sementara di Australia beberapa toko, seperti toko daging, toko roti dan toko buah masih boleh dikunjungi warganya.
Pandemi virus corona di Selandia Baru
- Sudah lebih dari dua minggu Selandia Baru tidak mencatat kasus baru virus corona di seluruh negaranya.
- 1.154 warga di Selandia Baru dinyatakan tertular virus corona dengan 22 kematian.
- Tes corona sudah dilakukan kepada hampir 300 ribu orang dari total penduduknya yang hampir 5 juta orang.
Mulai pergantian hari Selasa (9/06), Selandia Baru mencabut pembatasan aktivitas sosial dan bisnis yang sebelumnya diterapkan untuk mencegah penularan virus corona
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang