Selebrasi Menuai Sanksi
Minggu, 23 Oktober 2011 – 13:51 WIB

Fabian De La Mora . Foto: www.daylife.com
Sepintas tidak ada yang salah dengan selebrasi itu. Sebab, tidak ada protes dari penonton, wasit atau pemain lawan. Tapi, kemudian selebrasi itu menjadi perbincangan di televisi. Penyebabnya, Meksiko merupakan negara dengan tingkat kejahatan dengan penggunaan senjata api yang cukup tinggi.
Baca Juga:
Masih ingat kasus striker timnas Paraguay Salvador Cabanas yang kepalanya ditembak di sebuah bar di Mexico City pada Januari tahun lalu. Ketika itu, striker klub Meksiko America itu sedang bersantai di bar dan saat pergi ke toilet dia ditembak di kepala.
Beruntung, Cabanas masih selamat. Tapi, akibat dia tidak bisa membela Paraguay di Piala Dunia 2010, dan sampai saat ini belum kembali ke lapangan.
Makanya, De La Mora langsung menyatakan penyesalannya. "Saya sangat menyesal atas apa yang terjadi. Ketika saya melihat rekaman video, saya merasa marah dan menyesal terhadap sesuatu yang mengerikan dalam kehidupan umat manusia," papar De La Mora, seperti dikutip Reuters.
GUADALAJARA - Selebrasi gol sudah menjadi bagian dari show di lapangan hijau. Mulai dari selebrasi menimang bayi ala Bebeto, mengisap jempol seperti
BERITA TERKAIT
- Era Baru Timnas Basket Indonesia, David Singleton Dipercaya Jadi Pelatih di SEA Games 2025
- 4 Pemain All Stars Lengkapi Skuad SDN Srengseng 01 yang Dikirim SKF ke Gothia Cup 2025
- Jadi Sponsor Utama PBSI, BNI Dukung Tim Bulutangkis Indonesia Berlaga di Sudirman Cup 2025
- Liga 1: Andre Rosiade Merasa Semen Padang Sudah Diatur untuk Degradasi
- Fadil Imran Punya Target Tinggi, Fajar Alfian Cs Harus Tembus Final Sudirman Cup 2025
- Tanpa Jorji, Fajar Alfian cs Raih Kemenangan di Pertandingan Simulasi Sudirman Cup 2025