Selepas Diarak, Ogoh-Ogoh Dibakar

Maknanya bahwa seluruh roh jahat (energi negatif, Red.) yang ada sudah diusir dan dimusnahkan,” sebut dia. Pada Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 31 Maret sebut dia, umat Hindu di Samarinda akan melakukan Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni (tidak menyalakan api dan mengobarkan hawa nafsu), Amati Karya (tidak melakukan kerja jasmani), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang). “Lebih tepatnya puasa,” ujarnya.
Tidak hanya itu, dia juga menerangkan sebagai wujud membersihkan pikiran dari ikatan Tri Guna, yaitu Satwam, Rajas, dan Tamas agar jiwa disucikan dan dibersihkan dari belenggu kabut Awidya.
"Rangkaian prosesi ini merupakan bentuk pembersihan diri dan alam agar besok (hari ini, Red.) yang merupakan Hari Raya Nyepi dapat dilaksanakan Catur Brata Penyepain, baik di rumah maupun di pura," pungkas dia. (*/akb/ibr/k8)
UMAT Hindu di Samarinda Kalimantan Timur mengikuti upacara Bhuta Yadnya atau Tawur Kesanga, sebagai prosesi menyeimbangkan diri dan alam di Pura
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Tutup TPS Ilegal, Agung Nugroho Instruksikan Tanam Pohon
- Asyik Berkemah di Karanganyar, Wisatawan Tewas Tertimpa Pohon
- PSI DKI Kritik Pramono, Jangan Undang Warga dari Luar Kota Setelah Lebaran
- Ribuan Wisatawan Tercatat Kunjungi Malioboro saat Libur Lebaran
- Arus Mudik & Balik Lebaran 2025, Jumlah Penumpang Bandara SMB II Palembang Meningkat 4,2 Persen
- Pemudik Mulai Kembali ke Bandung, Begini Kondisi Arus Balik di Jalur Nagreg