Selidiki Penembakan 3 Nelayan di Aceh, Polisi Libatkan TNI

jpnn.com, MEULABOH - Polisi melibatkan TNI untuk mengungkap kasus dugaan penembakan dua orang nelayan asal Sibolga, Sumatera Utara, yang meninggal dunia saat melego jangkar di sekitar Perairan Simeulue, Aceh, pada Jumat (2/10) pekan lalu.
Dalam insiden ini, dua nelayan bernama Putra (30) dan Aspuri alias Kuya (33) warga Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, tewas.
Sementara satu nelayan lainnya yakni Irfan Nasution, kritis dan sedang mendapatkan perawatan medis di sebuah rumah sakit di Kota Medan, Sumatera Utara.
"Kami melakukan pencarian bersama-sama aparat TNI, untuk mencari orang tidak dikenal yang diduga melakukan penembakan terhadap kapal nelayan berasal dari Sibolga, Sumatera Utara,” kata Kapolres Simeulue, Aceh, AKBP Agung Surya Prabowo, yang dihubungi dari Meulaboh, Rabu (7/10).
Guna mengungkap kasus penembakan tersebut, kata AKBP Agung, pihak kepolisian setempat juga melakukan patroli dan pemeriksaan bersama TNI Angkatan Laut di Simeulue, terhadap kapal-kapal yang melintasi di perairan setempat.
Pihaknya juga juga turut melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal nelayan yang berada di pelabuhan-pelabuhan kecil di Kabupaten Simeulue, Aceh.
"Intinya kasus ini masih terus kami lakukan penyelidikan,” kata AKBP Agung.
Tidak hanya itu, Kapolres juga sudah memerintahkan jajaran intel, satuan reserse dan kriminal dan Pol Air Simeulue untuk melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
Polisi melibatkan TNI untuk mengungkap kasus penembakan tiga nelayan asal Sumatera Utara.
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- Ini Identitas Korban Minibus Masuk Jurang di Sabang, 1 Tewas
- 8 Orang Tewas Kecelakaan Selama Arus Mudik 2025 di Aceh
- Berkas Perkara Penembakan 3 Polisi di Lampung Diserahkan ke Denpom TNI
- Penembakan di Lokasi Judi Sabung Ayam Diduga Terencana, Sahabat Polisi: Pelaku Harus Dihukum Berat
- Anak Bos Rental Mobil: Kami Belum Bisa Memaafkan Para Pelaku Penembakan