Semakin Garang di Kandang

Semakin Garang di Kandang
Semakin Garang di Kandang
Yang lebih menyesakkan lagi, RD, kegagalan eksekusi penalti Beto pada menit ke-28 juga disebabkan ketegangan pemain asal Brasil tersebut. "Semua tegang. Dan saya baru hari ini marah-marah kepada pemain di ruang ganti. Saya tidak berikan instruksi strategi, tapi hanya marah-marah saja di jeda pertandingan tadi," tegas mantan pelatih Persipura itu.

Pada babak pertama, Arema mendapatkan peluang emas melalui titik penalti setelah wasit Suharto asal Jakarta menunjuk titik putih pada menit ke-28.Penalti diberikan setelah salah satu pemain belakang Persiram menahan bola tendangan keras Beto dalam kotak penalti dengan tangannya. Sayang, tendangan Beto bisa ditepis kiper Persiram Jendry Pitoy.  

Senasib dengan tuan rumah, Persiram juga menyia-nyiakan peluang penalti yang didapatkan pada menit ke-37. Hadiah penalti diberikan setelah pemain Arema Al Farisie melakukan pelanggaran kepada pemain Persiram Gidion Way di kotak terlarang. Beruntung tendangan penalti yang dilakukan Jerry Karpeh ditepis Kurnia Meiga.

Setelah kegagalan dua tendangan penalti itu, tidak ada peluang berbahaya yang didapatkan kedua tim hingga babak pertama usai.

MALANG - Arema Cronous kembali menduduki posisi puncak klasemen sementara ISL. Beto Goncalves dkk merebut posisi yang sehari sebelumnya ditempati

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News