Sempat Berdoa untuk Marco Simoncelli di Tikungan 11

Dua truk pengangkut sepeda-sepeda peserta berangkat duluan tengah malam. Tujuannya, tiba di Sepang sepagi mungkin. Kemudian, beberapa peserta juga berangkat lebih dulu untuk membantu menyiapkan sepeda-sepeda di kawasan pit dan paddock yang telah disediakan.
Intinya, peserta harus tiba pukul 08.00 atau sebelumnya. Supaya punya waktu cukup untuk menyiapkan diri sendiri dan sepeda, sebelum waktunya berkeliling sirkuit sepuasnya pukul 09.00 hingga pukul 11.00.
Beruntung, perjalanan lancar. Rombongan tiba pukul 08.15. Karena sepeda-sepeda sudah diturunkan, peserta tidak memerlukan banyak waktu untuk mengecek sepeda dan memompa ban, serta persiapan-persiapan kecil yang lain.
Lelah perjalanan seolah langsung terbayarkan setiba di Litar Sepang. Para peserta tampak begitu excited, tak sabar segera turun ke lintasan.
Ucapan Hadi Susilo, peserta yang juga ketua ISIS (Ingat Sehat Ingat Sepeda, yang eksis sejak 2004), merangkumnya dengan sangat baik.
’’Nonton Formula 1 di Sepang itu sudah biasa. Bersepeda di Sirkuit Sepang baru luar biasa!’’ ujarnya.
Kebetulan, akhir pekan lalu para petinggi Sirkuit Sepang sedang tidak di tempat. Mereka berada di Valencia, Spanyol, mengikuti seri penutup MotoGP 2014.
Namun, beberapa staf sirkuit hadir. Begitu pula, sejumlah marshal (pengawas lintasan) untuk membantu. Pihak sirkuit membebaskan peserta berputar dan berfoto di lintasan serta menyiapkan ambulans dan para marshal seandainya ada yang membutuhkan bantuan apa pun.
Surabaya Road Bike Community (SRBC) Minggu kemarin (9/11) menjadi kelompok Indonesia pertama yang memakai Sirkuit Sepang, Malaysia, untuk bersepeda
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara