Sempat Kejar-Kejaran, Pelaku Teror Bom Austin Bunuh Diri

jpnn.com, AUSTIN - Perburuan atas pelaku pengeboman beruntun di Austin, Texas, Amerika Serikat, berakhir sudah Rabu (21/3). Setelah sempat kejar-kejaran dengan aparat, pelaku akhirnya memilih mengakhiri hidupnya.
Kepala Polisi Austin Brian Manley mengungkapkan, polisi mendapat beberapa informasi yang mengarahkan mereka kepada tersangka yang belakangan diketahui bernama Mark Anthony Conditt.
Data tersebut ditambah dengan rekaman CCTV saat pelaku yang berambut pirang dan memakai topi mengirimkan paket ke FedEx. Paket yang berisi paku dan benda-benda tajam lainnya itu akhirnya meledak Selasa (20/3).
Dari rekaman CCTV tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi mobil yang digunakan pelaku. Mobil itu terlihat di sebuah hotel di Round Rock, Texas. Jaraknya sekitar 32 kilometer di utara Kota Austin.
Polisi menunggu bala bantuan untuk melakukan penangkapan saat pelaku tiba-tiba masuk ke mobilnya dan meninggalkan hotel Rabu dini hari.
Pelaku terus dikejar sampai mandek di tepi jalan. Saat dua polisi berusaha mendekati kendaraan tersebut, pelaku meledakkan bom di mobilnya. Salah seorang petugas terpental dan mengalami luka-luka, sedangkan pelaku tewas.
’’Kami tidak tahu apakah dia sedang dalam perjalanan untuk mengirim bom lagi,’’ ujar Manley, sebagaimana dilansir Reuters.
Yang jelas, saat itu, ada satu bom di dalam mobil. Itulah yang akhirnya diledakkan pelaku.
Perburuan atas pelaku pengeboman beruntun di Austin, Texas, Amerika Serikat, berakhir sudah Rabu (21/3)
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Donald Trump Makin Berniat Mencaplok Greenland
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Krisis Telur, Sampai Terpaksa Impor