Semua Golongan Masyarakat di Indonesia Rentan Terpapar Radikalisme

"Padahal realitas dunia jauh lebih rumit dan kompleks sehingga tidak bisa direduksi secara hitam putih tadi."
"Dari sini muncul-lah propaganda khilafah adalah solusi dari HTI (Hizbut Tahrir). Apapun problemnya, khilafah solusinya," kata Suratno kepada ABC (28/5/2019).
"Seperti iklan sebuah teh botol," imbuhnya.
Faktor pendukung lain dari menjamurnya radikalisme di Indonesia adalah absennya ormas Islam besar seperti NU dan Muhammadiyah di ruang publik, dalam beberapa hal, meski menurut Suratno hal ini perlahan telah diperbaiki.
"Jarang ditemui ustadz-ustadz NU dan Muhammadiyah tampil di TV atau di YouTube dengan follower banyak. Mungkin ada tapi sedikit."
"Kalah jumlah dibanding ustadz-ustadz seleb."

Jelas ada motif ideologis mengapa seseorang terjerat paham radikal. Keyakinan bahwa hidup ini sementara (fana) dan akherat yang kekal (baqo), menjadi salah satunya.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana