Semua Regulasi Soal IHT Berdampak Pada Pekerja di Sektor Tembakau

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM-SPSI) Sudarto mengatakan
Penerapan simplifikasi PMK 156/2018 secara langsung dan tidak langsung memberikan dampak terhadap jumlah pekerja di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT).
Hal tersebut dikatakan Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM-SPSI) Sudarto, lewat keterangan tertulisnya, Senin (18/3).
“Semua regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah itu pasti memberikan dampak bagi pekerja, terutama pekerja dalam sektor tembakau. Beberapa serikat pekerja ada yang sudah memberikan laporan kepada saya mengenai dampak penerapan PMK 156/2018 ini,” kata Sudarto.
BACA JUGA: India Berpotensi Jadi Pasar Terbesar Ekspor Batu Bara Kaltim
Sudarto melanjutkan, bukan hanya PMK 156/2018, tapi keseluruhan regulasi pemerintah tentang IHT pasti memberikan dampak pada jumlah pekerja.
“Sebab selama ini, semangatnya kan hanya untuk menaikkan pajak dan meningkatkan pendapatan negara, tapi mengurangi jumlah pekerja. Jadi pasti berdampaklah,” jelasnya.
Dikatakan, pada prinsipnya keberlangsungan IHT itu sangat tergantung dari regulasi-regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Penerapan simplifikasi PMK 156/2018 Berdampak terhadap jumlah pekerja di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT).
- Serikat Karyawan Garuda Indonesia Desak Transparansi Manajemen
- Wakili Indonesia, William Yani Angkat Isu Keadilan Tenaga Kerja di Forum Regional
- Hadir di Indonesia, Adecco Siap Bawa Standar Global untuk Ketenagakerjaan
- Presiden Prabowo Minta Deregulasi Genjot Daya Saing dan Investasi Industri Padat Karya
- Masuk Jateng, Investasi Senilai Rp 6 Triliun Bakal Serap 2.400 Tenaga Kerja
- Bea Cukai Beri Pendampingan Kepada UMKM yang Siap Merambah Pasar Ekspor