Senator Filep: Pemerintah Belum Memiliki Konsep Mewujudkan Papua yang Aman

“Kami sudah agendakan, Pak Ketua MPR RI sudah memanggil Menko Polhukam bersama-sama dengan jajarannya, baik Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Mendagri dan menteri terkait. Walaupun demikian, Ketua MPR harus membatalkan pertemuan itu mendadak pada Rabu (1/3/2023) lantaran sejumlah pihak terkait tidak hadir," tuturnya.
Dia melanjutkan pada saat itu Menko Polhukam telah berkenan hadir, akan tetapi pimpinan TNI dan Polri tidak hadir dan hanya diwakilkan oleh pejabat yang tidak mempunyai otoritas
Oleh sebab itu, sambung Filep, Ketua MPR RI menilai bahwa lembaga MPR tidak dihargai oleh pemerintah, sehingga pertemuan tersebut dibatalkan dan diminta untuk diagendakan kembali dengan mensyaratkan kehadiran seluruh pihak terkait.
Filep mengingatkan jajaran Menko Polhukam harus hadir karena bicara Papua tidak bisa setengah-setengah, apalagi Menko Polhukam dan mitranya terkesan hanya berwacana ke publik.
“Jadi, mereka harus mendengar aspirasi dari rakyat yang disampaikan secara representatif oleh wakil-wakil rakyat. Jangan sampai muncul opini kalau lembaga tinggi negara tidak dihargai, lalu bagaimana dengan masyarakatnya,” ujar Filep.(fri/jpnn)
Senator Filep Wamafma menilai pemerintah pusat hingga saat ini belum memiliki konsep yang tepat untuk mewujudkan Papua yang aman dan damai.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- Gubernur Pramono Bebaskan PBB, Senator Fahira Idris: Kado Indah untuk Warga Jakarta
- Fenomena Pendatang Saat Mudik, Wagub Jabar: Jangan Membebani Pemerintah!
- Papua dan Ujian Prabowo - Gibran
- Peringati Hari Raya Idulfitri 1446 H, Sultan: Mari Kita Saling Memaafkan dan Mendukung Dalam Pengabdian
- Prajurit TNI Temukan Ladang Ganja di Pegunungan Papua
- Tokoh Agama Minta Masyarakat Papua Tak Terprovokasi Isu Pelanggaran HAM